Minggu, 04 Maret 2018

Minat Baca di Bantul Tinggi

 Image may contain: one or more people, people sitting and outdoor
Pagi tadi kami bergegas memanasi motor butut kami untuk ngelapak di pinggir pantai selatan Bantul. Kira-kira pukul 07.00 pagi berangkat dari bascame @omahmoco ,Yah rutinitas kami tiap minggu ngelapak mendekatkan buku pada pembaca. Kali ini tujuan kita di Pantai Baru Srandakan.

Di lokasi Pantai sudah banyak pengunjung datang dari berbagai daerah. Langsung saja kami melihat-lihat tempat yang pas dan strategis. Yak kita gelar banner bekas sebagai alas. Belum selesai menata saja sudah banyak yang nyamperin buku.

Di media banyak beredar bahwasanya minat baca di Indonesaia rendah. Nyatanya di Bantul sangat tinggi minat bacanya, HANYA butuh banyak koleksi buku yang pas sesuai umur, kultur budaya daerah kami. 

Pengunjung itulah yang membuat kami selalau semangat untuk menggelar lapak kami.
Kali ini pengunjung lapak banyak di dominasi oleh anak-anak dan ibu-ibu. Sambil piknik menambah asupan ilmu lewat media buku, itulah yang kami tawarkan ke pengunjung. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Rekan rekan jika ingin gabung bisa mampir tiap minggu pagi di pantai. Bisa kontak cp jika tidak tau lokasi.

Jika sanak saudara ingin berdonasi buku bisa kirim gratis tiap tanggal 17 lewat pos, sertakan tagar #Bergerak.

Minggu, 26 November 2017

Belajar Literasi ke Kata Maca





Semakin santernya gaung  pemerintah membudayakan literasi diresopon baik oleh pemuda di sudut desa Bantul. Beberapa bulan lalu terbentuklah “Omah Moco”. Ide awal berdirinya omah moco sangat sederhana, keresahan pengelola akhir-akhir tahun ini anak-anak yang semakin malas dengan yang namanya membaca. Anak-anak lebih asyik dengan gadget barunya yang dibelikan bapak/ibuknya, anak-anak muda juga mudah termakan hoax yang tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Maka tercetuslah mendirikan rumah baca untuk memperkaya ilmu lewat membaca.

Buku-buku yang tersedia di omah moco, karena bisa dikatakan baru seumur jagung juga belum banyak. Kegiatan kegiatannnya juga baru sekedar pinjam buku. Namun tak berhenti disini, pengelola punya mimpi besar untuk menjadi sentral kegiatan dari anak-anak sampai dewasa dari mulai yang berbau literasi dan lainnya. Belajar kesana kemari dari beberapa TBM menjadi alternative untuk bagaimana menkopi semangat teman-teman pengelola TBM , mengelola  kegiatan yang menarik , cara mendatangkan peminat membaca dll.

Kali ini pengelola omah moco diberi kesempatan belajar dari TBM “Kata Maca” . Kata Maca menurut pendirinya mas Syahlan terbentuk sejak tahun 2013. Jika teman-teman ingin berknjung ke Kata Maca sangat boleh banget, Kata Maca terletak di Jl. Agrowisata, Wono Kerto, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Lokasinya yang asri dikelilingi kebun-kebun salak juga menjadi penarik tersendiri jika membaca disini. 

Ide mendirikan perpustakaan Kata Maca ini awalnya terispirasi dari acara Kick Andy. Mas Syahlan mengungkapkan, orang yang nyuwun sewu kurang sempurna saja bisa berbuat untuk masyarakat sekitar di dunia pendidikan  mengapa saya tidak tutur Syahlan. Mas Syahlan juga yang hanya lulusan SMA teterapi mempunya ide pemikiran sejauh ini menjadi semangat tersendiri.
Ketika ngobrol bab literasi tak kunjung habis, dan waktu sudah sore kami mohon pamit dulu mas, begiru kira-kira pamitan tadi dengan beliau. Kapan kapan kita main lagi untuk belajar. Pulang memabawa semangat baru dalam mengembangkan literasi dan juga membawa sekresek salak, yang kebetulan baru musim salak. Terima kasih mas ilmu dan salaknya. :D